Header Ads

BMH: Hari Ini Sehat Peduli Gizi Serentak di 28 Provinsi


MuslimsPost.com | Masalah gizi masih menjadi problem besar bangsa Indonesia. Tercatat jutaan anak Indonesia mengalami dampak gizi buruk. Umumnya adalah mereka yang berada di pinggiran kota, pedesaan, pelosok dan terpencil.

Melihat realita  tersebut, Lembaga Zakat Nasional (Laznas) Baitul Maal Hidayatullah (BMH) menyikapinya dengan menggelar Program Sehat Peduli Gizi.

“Pertama ini sebagai wujud tanggung jawab moral sebagai sesama anak bangsa. Kedua ini sejalan dengan program pemerinttah, Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi,” terang Direktur Program dan Pendayagunaan BMH Pusat, Dede HB.

Pada tahun ini BMH menyasar tempat-tempat yang memang rawan gizi buruk. Kami telah mengirimkan tim keKupang NTT untuk selanjutnya bergerak keKabupaten Timor Tengah Selatan NTT, tepatnya di Desa Noemuke, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi NTT. Termasuk persiapan ekspedisi ke Suku Asmat di Papua,” imbuh Dede.

Event Hari Gizi Nasional secara serentak akan dilaksanakan di 78 titik (daerah) pada Kamis, 25 Januari 2018 di 28 Propinsi, dengan wilayah terbanyak di Jawa Timur sekitar 30 titik.

“Data yang masuk pada 23 Januari 2018 ada 7.404 calon peserta, 401 ibu hamil, 6.928 balita, dan 75 lansia. Besar kemungkinan akan bertambah,” jelas Dede.

“Khusus di Jateng, program ini dilaksanakan pada 9 Kota dan Kabupaten dianataranya, Kota Semarang, Kab. Kudus, Pekalongan, Boyolali, Cepu, Solo, Sukoharjo, Kebumen dan Terakhir di Sragen,” Urai Manager Markom BMH Jateng, Imam Al Maduri.

“Alhamdulillah, dari Amanah Renstra BMH Pusat, Jateng mendapat porsi penyaluran sehat peduli gizi kepada 400 orang anak, Tetapi Qodarullah! angka itu jauh dilampaui. Total ada 1000-an paket yang diterima oleh anak-anak Se Jateng. Pelaksanaan Program sehat Peduli Gizi ini diisi dengan beragam kegiatan, diantaranya, Penyuluhan hidup Sehat, Dongeng Hidup Sehat, Khataman Al-Qur’an, Buka Puasa Serta penyaluran paket makanan Sehat, Halal dan Thayyib,"  lanjut Imam Al Maduri.

“Jangka pendek berupa pemberian paket makanan bergizi. Dan, ini kita laksanakan serentak di 78 titik yang tersebar di 28 Propinsi. Jangka menengah berupa penyiapan kader peduli sadar gizi sinergi dengan posyandu.

Kemudian sidak sehat (pemeriksaan dan pengobatan gratis), serta bantuan gizi lanjutan.

Adapun jangka panjang berupa upaya peningkatan kualitas gizi mandiri dan taraf hidup masyarakat (makanan 3 sehat 5 sempurna) secara mandiri yang berorientasi pemberdayaan ekonomi, sehingga dapat multi efek nantinya. Seperti apa bentuknya, nanti dilihat potensi tiap daerah, tentu saja yang terutama adalah cocok tanam mulai dari bahan pokok, sayur-mayur, buah, dan peternakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi susu,” papar Dede.

“Harapannya, momentum Hari Gizi Nasional menjadi pemicu dan pemacu semua pihak untuk bisa bersama-sama menjawab persoalan gizi buruk yang masih melanda negeri ini, sehingga kedepan SDM Indonesia bisa lebih sehat, cerdas, dan unggul,” pungkas Imam Muslim GM BMH Jateng. (rls)

No comments