Header Ads

Pertemuan Da’i Internasional Hasilkan Lima Rekomendasi Perdamaian Dunia


MuslimsPost | Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) menyelenggarakan pertemuan Da’i Internasional ”Risalah Perdamaian dari Indonesia kepada Dunia” di Gedung PBNU, Senin. Pertemuan ini memberikan pesan damai ke seluruh penjuru dunia dari Indonesia.

Indonesia dikenal sebagai Negara yang memiliki ratusan suku, bahasa dan adat istiadat juga enam agama yang diakui oleh Negara. Nyatanya persatuan dan perdamaian masih bisa terjaga dengan baik.

Walaupun Islam mayoritas di negeri ini, tapi tetap menjaga dan menghormati pemeluk agama dan penganut kepercaaan yang lain. Islam damai seperti inilah yang ingin kita sebarkan ke seluruh pelosok dunia.

Ketua LD PBNU, Maman Imanulhaq menjelaskan Nahdlatul Ulama (NU) terus meneguhkan pesan Islam adalah mengambil nilai-nilai ajaran agama yang terdiri dari tawasuth (moderasi), tasamuh, tawazun.

Dijelaskannya, pertemuan ini bertujuan untuk menegaskan dan meneguhkan hakikat Islam Moderat (al-Islam al-wasathi), sebagaimana model Islam yang dibangun oleh NU, serta menjalin kerjasama di antara ulama-ulama Ahlus Sunnah Waljamaah (Sunni) dari berbagai negara, untuk terciptanya perdamaian di seluruh dunia.

Pertemuan ini dihadiri oleh para masyayikh dari berbagai negara dan para dai dari tanah air.

Di antara para ulama internasional dari berbagai negara ini, Syaikh Dr Bilal Hallaq dari Amerika Serikat, Syaikh Dr Ibrahim al-Syafii dari Australia, Syaikh Muhamad Utsman dari Palestina dan Syaikh Thariq Ghanam dari Libanon.

Dari PBNU antara lain hadir Dr KH Zaki Mubarok (Rais Syuriyah), KH Yahya Chaquf (Katib Aam), KH Manan Abdul Ghani (Ketua Bidang Masjid dan Dakwah), KH Maman Imanulhaq (Ketua LD PBNU) dan Dr KH Moch Bukhori Muslim Lc MA (Sekretaris LD PBNU).

Diterangkannya lebih lanjut, pertemuan ini menghasilkan lima rekomendasi Risalah Perdamaian dari Indonesia
untuk Dunia.

Pertama, memperkuat pentingnya tolong-menolong dan memperteguh hubungan antara ulama mazhab Ahlus Sunnah Waljamaah di dunia.

Kedua, memperkuat penyebaran dakwah Islam Moderat ke penjuru dunia.

Ketiga, bersatu padu dalam kontra ekstremisme dan terorisme di semua tempat.

Keempat, mendukung kemerdekaan Palestina dan mengembalikan Baitul Maqdis kepadanya serta menentang penjajahan di setiap negara.

Kelima, memperkuat upaya bersama dalam mengadakan pertemuan dai di masa mendatang. (Rls)


No comments