Header Ads

Soal HRS Tak Jadi Pulang, Ini Jawaban Menohok Sekjen PPIB Untuk Arbi Sanit


MuslimsPost.com | Sekretaris PPIB IB HRS akhirnya angkat bicara dan menanggapi pernyataan Arbi Sanit di beberapa media sosial. Ustadz Damai Hari Lubis menyebut statement Arbi terhadap HRS itu ngawur, karena menutup fakta eskalasi politik tanah air ketika beliau umroh. (23/2)

Banyak sekali yang menyampaikan pendapat atau tepatnya hinaan kepada Imam Besar  Ummat Islam sebagai penakut dan tidak mau bertanggung jawab buktinya melarikan diri ke Saudi. Oleh Ustadz Damai itu dinilai bentuk justifikasi yang subjektif. Bahasa betawi atau melayunya 'mau menang sendiri' atau egoistis.

Apa kata Pemerintahan Belanda terhadap Bang Pitung. Bang pitung disebut ekstrimis dan teroris, apa kata pribumi batavia  saat itu, "Bang Pitung adalah pahlawan".

Damai Hari Lubis menerangkan, "Tapi kenapa petugas keamanan negara dari kepolisian negara tidak bisa menangkapnya? Akan tetapi  tidak dikatakan sebagai ketidak mampuan penegak hukum negara dari negeri ini?", ujarnya.

Anda pernah tahu tentang etimologi melarikan diri ?  

Apakah anda pikir pahlawan anda yang namanya Tuanku Imam Bonjol tidak pernah melarikan diri? Karena pelariannyalah Islam ada di Tapanuli Selatan , yang dimulai dari mandailing natal.

Anda pernah dengar nama Pahlawan Sisingamangaraja XII, anda pernah dengar nama Pahlawan Diponegoro, Pahlawan Tengku Umar.  Apakah anda pernah mendengar  nama Saddam Hussein, yang melarikan diri  berenang dari sungai tigris ke mesir sebelum jadi presiden, lalu  menangiskah saddam di tiang hukuman mati, setelah tertangkap oleh penguasa baru penggantinya? Jelasnya.

Apakah anda tega mengatakan Cut Nyak dhien yang makamnya di Kota Sumedang, Tuanku Imam Binjol yang makamnya di Tomohon Sulawesi utara dan founding fathers NKRI Soekarno - Hatta Pahlawan dan Bapak Bangsa kita yang dibuang ke Digul serta sebelumnya sembunyi dan atau disembunyikan tokoh - tokoh pejuang bangsa ke Rengas Dengklok adalah pecundang atau pelaku kriminal?

Tidak perlu ilustrasi acuan yang paling top, yang nyata  menjadi bagian contoh rujukan para ulama dan banyak ummat manusia sejak beliau hidup dahulu, sampai dengan  now, serta dipercaya bagi yang beriman bahwa semua kata serta kalimat yang disampaikannya menjadi bahan suri  tauladan ummat sampai akhir zaman,  lebih tepatnya menjadi sunnah terhadap "larinya" Rasulullah dari makkah  ke madinah.

Timbul pertanyaan  dan jawaban yang sangat simple. Apakah pahlawan2 kita semua itu patut kita nyatakan sebagai ketakutan pada penjajah belanda, karena  perbuatan salahnya maka melarikan diri?

Apakah kita sanggup mengatakan para pahlawan tersebut pengecut? 

Apakah kita sanggup  mengatakan hamba yang teramat mulia Nabi Besar Muhammad adalah seorang penakut dan pecundang? Astaghfirullahal'adziim !

Bukankah bahasa sejarah yang patut digunakan bagi para pahlawan nasional' bahwa mereka  para pahlawan saat itu selamatkan diri dengan cara bersembunyi agar tidak tertangkap, karena sayang dan rasa kekhawatiran yang tinggi karena bila mereka tertangkap akan terjadi pelemahan kekuatan, kehancuran serta berujung kekalahan sehingga  terhentinya perjuangan ummat para pengikutnya untuk  melawan kedzoliman saat itu, maka dengan rasa berat hati para pahlawan terpaksa mengungsi atau hijrah demi kebenaran serta keadilan, demi dasar da'wah yang diyakininya dan kepentingan ummat manusia saat itu dan saat now.

Habib Rizieq pernah ditahan lalu dipenjara sebanyak 2 kali pada orde rezim sebelumnya.  

Akan tetapi saat ini, momen Habib Rizieq Shihab hijrah patutkah  dinyatakan oleh ilmuwan selaku pengamat  IB HRS  melarikan diri  karena salah dan takut dipenjara, akankah anda arbi sanit dan para pencibir selaku  pengamat (ilmuwan ) atau masyarakat yang cerdas telah mempelajari hukum tentang uu. Pornografi Jo.  uu . Ite bahwa penindakan hukum dilakukan terhadap penyebarnya  atau pelaku atau pembuatnya dengan tujuan dengan sengaja menyebarluaskan  atau mempublikasikannya agar dapat dilihat oleh umum , serta kaitan ilmu hukum tersebut pengamat idealnya tidak terputus amatannya. Pengamatan mesti dilanjutkan dengan fakta  dan peristiwa saat ini  gejala gejala politis, sosial dan khususnya kriminal terhadap pembunuhan  ulama- ulama yang saat ini terjadi.

Mudah- mudahan kalian 'pengamat cibirisme' diberi maaf oleh Habib Rizieq serta ulama-ulama pengikutnya kelak !

Sejalan dengan hingar bingar pernyataan pengamat sontoloyois, termasuk malah saya rasakan sebagai ucapan cenderung devide empera hanya semakin mempekeruh keadaan bukan mendinginkan suasana dan rekonsiliasi antar anak bangsa, antara penguasa dan para penegak hukumnya disatu sisi  dan para ulama serta pengikutnya dilain sisi. 

Apakah kita dan kalian benar- benar mengetahui,  melihat  beliau  IB HRS bersembunyi fisik maupun suaranya? tentunya pengamatannya mesti pakai kaca bening tanpa debu dan pakai alat pikir !!!


Ingat sebagai pengamat atau ilmuwan Arbi Sanit sebagai intelektual akademisi, sebaiknya dalam menyampaikan pandangannya harus jujur karena ilmu pengetahuan tidak boleh bohong,  bagi masyarakat hukum tentunya melekat teori atau pengertian tentang hukum positip sebagai ius konstitum / hukum harus berlaku dengan ciri-ciri idealisme bahwa prinsip penegakan hukum adalah wajib walau dalam situasi serta kondisi apapun atau fiat justicia ruat cullum. Tapi ada juga dikenal azas - azas dalam perundang-undangan yang de facto maupun de yuris bertolak belakang  dengan faham atau prinsip kewajiban positifisme dimaksud yaitu demi kepentingan umum.

Maka dibutuhkan keluasan dan kelapangan dada semua fihak tak terkecuali, dan terakhir jangan lupa pakai alat pikir !

Mudah - mudahan mari kita sama - sama berdoa, untuk NKRI lebih baik kedepannya .  Salam NKRI HARGA MATI

(H. Damai Hari Lubis, SH., MH.  Sekretaris Dewan Kehormatan DPP. Kongres Advokat Indonesia / DPP KAI . Ketua AAB/ Aliansi Anak Bangsa , Wkl Sekretaris TPUA/ Tim Pembela Ulama dan Aktifis, Anggota GNPF Ulama/ Gerakan Nasional Pembela Fatwa Ulama)

Jurnalis : M  Ichsan 

No comments