Header Ads

Tanggapan Resmi Panitia PPIB Mengenai ucapan FAISAL ASSEGAF


MuslimsPost.com | Menanggapi pernyataan FA kemarin 17 peb 2018 yang mengaku dirinya alumnus 212 dan menebar isu dengan mengatakan, " isu kepulangan Imam Besar Ummat Islam / IB HRS dimunculkan demi mencari uang " bisa dipersepsiakan berlaku kepada siapa saja atau umum. Jelas Sekjen PPIB, Damai Hari Lubis, hari ini (18/2)

Maka perlu diklarifikasi kepada yang bersangkutan  kemana busur panah tersebut diarahkan. Bisa saja kami berasumsi diarahkan kepada kami selaku panitia penjemputan IB HRS/ PPIB.  Kalau benar maksud yang bersangkutan kepada kami, tentu persepsi hukum  FA  membutuhkan  alat bukti yang cukup.

Jika tanpa bukti atau sekedar  isu murahan, yang dilempar FA sangat mencederai kami yang sedang bekerja keras untuk  melakukan penjemputan pada hari rabu. (21/2/18) terhadap diri beliau, Imam Besar Ummat Islam.

Dikatakan Damai, " Apabila bukan dimaksudkan terhadap kami ucapan demi cari uang  dimaksud maka gak ada urusan terhadap FA yang kami kenal sebagai adventurir khusus propoganda imaginer pro ahok, karena dalam pernyataannya ada "cambuk" dengan cara  membandingkan sisi  pribadi Ahok yang di issu kan sedang melakukan PK/ herziening terkait vonis penghinaannya  terhadap surat Al Maidah.

"Tetapi dari sisi manapun  ucapan FA tersebut sangat negatif, karena subtansi ucapannya adalah berciri provokasi pihak ke - 3,  FA jelas  bukan aparatur penegak hukum, yang akan kedatangan seorang Imam Besar. FA bukan anggota PA 212, jadi FA adalah pribadi yang gak jelas," kata Damai.

Menurut Damai, pernyataan-nya "demi cari uang" hanya devide empera atau 'produksi kata' adu domba, tidak berharga sama sekali,  bukan demi menjaga dan atau menciptakan ketenangan,  serta bukan untuk mendorong  ketentraman dan rasa damai yang benar benar dibutuhkan  saat ini di tahun politik atau jelang tahun panas 2018 - 2019, dimana tahun 2018  didalamnya terdapat pilkada serentak di seluruh indonesia dan akan dilanjutkan dengan pileg serta pilpres ditahun 2019 nya.

Selebihnya menanggapi pernyataan FA tersebut, "kami PPIB  justru terpacu untuk semakin mendorong teman teman aktifis PRO NKRI Harga Mati, baik dari para aktifis muslim maupun para aktifis nasionalis yang tergabung di dalam Persaudaraan Alumni / PA. 212 yang sangat merindukan IB HRS karena kehilangan beliau sebagai  seorang tokoh sejati, figur, Imam/ pemimpin ummat  untuk terus  menghimbau serta mendesak beliau untuk segera kembali ke bumi pertiwi,"

Terakhir menurut Sekretasis PPIB, Damai, atas pernyataannya FA tersebut adalah patut diduga delik pidana  dengan motif dolus karena merupakan fitnah yang dilakukan dengan sengaja yang disampaikan kepada awak media didepan umum serta dipublish yang dapat membuat marah para aktifis yang ada di dalam tubuh panitia / PPIB dan termasuk para murid, pencinta, serta simpatisan dari IB HRS.

Sehingga dalam waktu sesegera mungkin atau tak beberapa lama setelah kepulangan IB HRS kami akan pikirkan apakah kami akan ambil langkah hukum melaporkan yang bersangkutan  kepada petugas  penyidik kepolisian untuk minta  proses hukum yang berlaku, dengan mnggunakan pasal yang tercantum di dalam UU. ITE. Jo. KUHP atas dasar fitnah dengan tujuan  menimbulkan rasa benci pada seseorang atau kelompok tertentu.

Jurnalis : M Ichsan




No comments