Header Ads

Cerita Haru Sheikh Khalid Al Hamoudi Saat Angkat Rifdah Farnidah Sebagai Anak


MuslimsPost.Com | Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjamu ulama dari Saudi yaitu Sheikh Khalid Al Hamoudi di Balai Kota Pemprov DKI Jakarta, Kamis malam (29/3/2018). Dalam pertemuan tersebut, hadir pula sejumlah ulama dan tokoh diantaranya KH Syukron Makmun, KH Abdul Rasyid Abdullah Syafiie, Habib Zain bin Sumaith, KH Nasir Zein, Aru Syeif Assadullah, Ustaz Bachtiar Nasir, Ustaz Zaitun Rasmin dan lainnya.

Acara tersebut menjadi bersejarah karena Gubernur Anies menyambut seorang wanita yang terlihat sederhana, bersahaja, tetapi karyanya luar biasa. Dia bahkan bisa membuat para ulama, tidak hanya dari dalam negeri tetapi juga dari Timur Tengah, dan juga Gubernur Anies menangis.

Usianya baru 22 tahun. Tetapi, dia telah meraih prestasi tingkat internasional, dan tentu saja prestasi di tingkat nasional. Ya. Dia adalah Rifdah Farnidah.

Gadis kelahiran Sumedang, Jawa Barat, ini baru saja meraih juara II Musabaqah Hifdzil Quran sedunia di Yordania. Dia satu-satunya peserta dari negara non-Timur Tengah yang bisa meraih posisi puncak tersebut.

Rifdah menjadi tamu khusus dalam acara  silaturahmi ulama. Rifdah datang bersama ibundanya dan pembimbingnya, Hj Mutmainnah, dosen di Institut Ilmu Al Quran.

Cerita tentang tangis para ulama dan hadirin dalam acara itu disampaikan Gubernur Anies. Melalui akun media sosialnya, Anies bercerita panjang tentang siapa itu Rifdah, pretasi yang diraih, kesyahduan suaranya, serta tangis hadirin begitu mendengarkan dia melantunkan ayat-ayat suci. Berikut penuturannya:

Namanya Rifdah Farnidah, usianya 22. Ia masih belia dan ia bawa nama Indonesia cemerlang di panggung dunia. Rifdah baru kembali dari Yordania ikuti Musabaqah Hifdzil Quran sedunia dan meraih juara II. Hanya ia juara yang bukan berasal dari negara Timur Tengah.

Ya, Rifdah adalah seorang hafidzah yang mutqin. Al-Quran 30 juz ia hapalkan. Tahun lalu ia juara pertama MHQ nasional mewakili DKI Jakarta, kali ketiganya ia raih juara pertama MHQ tingkat nasional.

Semalam Rifdah kami undang ikut hadir dalam acara silaturahmi ulama di Balai Kota. Ia datang bersama ibundanya, dan pembimbingnya, Hj. Mutmainnah, dosen di Institut Ilmu Al Quran.

Di tengah acara, saya undang Rifdah maju. Di depan ia bacakan penggalan Quran, dari surah Al Hasyr ayat 18-24.

Di ruang depan Balai Kota yang usia bangunannya dua abad, di ruang yang tak biasa jadi tempat dilantunkannya Al-Quran, puluhan ulama, habib, ustadz dan ustadzah hening, haru dan khusyuk menyimak lantunan ayat dari suara yang bening. Sebagian kita yang hadir mulai terlihat mengusap butiran air dari matanya.

Sesudah Rifdah selesai lantunkan penggalan Quran itu, Sheikh Khalid Al Hamoudi, tamu kehormatan kita malam itu, seorang ulama dari Mekkah, angkat bicara. Sheikh Khalid sampaikan kekaguman dan apresiasi kepada Rifdah.

Lalu beliau umumkan, "Perkenankan saya sampaikan hadiah kepada Rifdah. Kami akan sepenuhnya fasilitasi Rifdah bersama kedua orangtuanya, juga ibu dosen pembimbing Rifdah beserta suaminya, untuk diberangkatkan ibadah haji.

Saya akan tunggu dan sambut di Mekkah, di mana Rifdah dan rombongan akan menjadi tamu Allah, dan tamu kehormatan di mata saya." Puluhan hadirin sontak bertakbir dan tahmid. Ruangan bergema, hati tergerak, mata membasah.

Belum selesai, Sheikh Khalid lanjutkan, "Saya punya dua anak perempuan yang juga hafidzah dan sudah lancar tilawah Quran dalam berbagai qiroat. Kini saya punya tiga anak perempuan, Rifdah saya angkat menjadi anak perempuan saya yang ketiga."

Tak ada hadirin yang tak terharu mendengarnya, puluhan pasang mata menitikkan airnya. Takbir dan tahmid bersahutan. Bangunan kokoh Balai Kota terasa bergetar.

Itulah sekelumit kisah penyambutan Rifdah semalam di Balai Kota. (ABW/SI Online)



No comments