Header Ads

Protes Puisi Sukmawati Pecah di Jakarta, Puluhan Ribu Massa Bergerak ke Bareskrim Polri


MuslimsPost.Com | Aksi protes puisi Sukmawati pecah di Jakarta. Puluhan ribu massa di Masjid Istiqlal usai melaksanakan ibadah sholat Jum'at, sebagian langsung bergerak ke Mabes Polri.

Polda Metro Jaya mengerahkan ribuan personel guna mengamankan aksi demo massa Persaudaraan Alumni (PA) 212 pada jum'at (6/4). Massa menuntut Polri segera melakukan proses hukum terkait puisi 'Ibu Indonesia' Sukmawati Soekarnoputri.

Massa aksi sebelum berangkat ke Mabespolri terlebih dahulu melakukan adzan dan pembacaan Al qur'an.

Selain memprotes puisi, Massa juga menuntut pihak kepolisian segera menangkap dan mengadili Sukmawati. Demo tersebut digelar di depan Gedung Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono mengatakan sebanyak 6.500 aparat gabungan akan diturunkan untuk pengamanan aksi tersebut. Pengamanan sebanyak itu mengingat estimasi massa aksi yang diperkirakan cukup banyak.

Keputusan untuk menggelar aksi didapat setelah PA 212 menggelar rapat internal tertutup di sekretariatnya, Jakarta Timur, pada Selasa (3/4) malam. Usai pertemuan itu, Humas PA 212 Novel Bamukmin mengatakan aksi digelar usai salat Jumat.

Sebelumnya, Sukmawati sendiri telah meminta maaf secara terbuka melalui konferensi pers terkait puisi berjudul "Ibu Indonesia" yang dibacakannya dalam acara '29 Tahun Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week 2018' pekan lalu.

Tak hanya minta maaf, Sukmawati juga menyambangi Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk menjelaskan maksud puisinya, sekaligus meminta maaf kepada umat Islam yang merasa tersinggung.

Namun Humas PA 212 Novel Bamukmin menegaskan, bahwa persoalan penghinaan agama telah diatur dalam syariat Islam. Menurutnya masalah itu bukan menjadi kapasitas umat Islam untuk memaafkan, tapi hak Tuhan.

"Ini agama yang dihina, itu haknya Allah. Kami tidak berhak memberikan maaf kepada Sukmawati karena itu bukan kapasitas umat," kata Novel.

Meskipun Indonesia tak menganut syariat Islam, namun Pasal 165a KUHP tentang penodaan agama dianggap cukup mengatur ancaman pidana dengan hukuman maksimal 5 tahun penjara. (R/Rls)




No comments